Metode Scroth Untuk Atasi Skoliosis

Penyembuhan kelainan skoliosis bisa dilakukan dalam banyak cara. Proses pemulihan ini kerap dikenal dengan rehabilitasi scoliosis. Salah satu metode yang digunakan untuk pemulihan skoliosis adalah metode Scroth. Perkembangan metode ini dilakukan oleh seorang tokoh bernama Katarina Scroth.

Metode Scroth sendiri dikenal sebagai metode pelatihan khusus untuk skoliosis yang paling tua di dunia medis. Sama halnya dengan metode lain, Scroth ini dilakukan dengan misi mengurangi rasa sakit pada skoliosis dan menghambat pertumbuhan, serta membentuk curva tulang yang normal.

rehabilitasi scoliosis

Komponen Dalam Scroth

Pada metode Scroth ini, hal paling utama yang dibutuhkan untuk kesembuhan pasien adalah keaktifan pasien itu sendiri. Dalam hal ini, pasien akan diminta untuk melakukan perlawanan secara aktif pada skoliosis yang menyerangnya.

Otot-otot yang telah dikoreksi pun harus diperkuat dengan gerakan-gerakan latihan metode Scroth ini. Di sisi lain, metode Scroth ini memiliki 3 komponen pelatihan yang akan diberikan pada setiap pasien. Apa saja komponen yang dimaksud? Berikut ini detail penjelasannya:

1. Menjadikan Otot Simetris

Kondisi tulang bengkok pada skoliosis, secara tidak langsung akan berpengaruh terhadap otot punggung. Ketidak seimbangan otot punggung, menjadikan satu sisi punggung lemah dan hilang. Sedangkan sisi lain otot ini akan lebih menonjol dan terlalu over dalam kinerjanya.

Otot punggung yang tidak seimbang ini dikenal dengan asimetris otot. Kinerja yang tidak seimbang menjadikan penderita kurang nyaman saat melakukan aktivitas. Metode Scroth akan menggunakan metode simetris otot untuk mengatasi permasalahan ini.

2. Sudut Rotasi Pernafasan

Saat mengalami skoliosis, jaringan lunak yang ada disekitar punggung pun ikut terpengaruh. Tidak hanya itu, tulang rusuk juga jadi kurang optimal sebagaimana mestinya. Karenanya bagian ini perlu diperbaiki.

Pada metode Scroth, tenaga medis akan menggunakan komponen sudut rotasi pernafasan atau pelatihan pernafasan. Faktanya komponen ini akan sangat berpengaruh pada perbaikan tulang dan jaringan lunak sekitar area skoliosis.

Cara yang dipakai adalah dengan bernafas sambil memutar tulang belakang. Cara ini dipercaya akan membantu pasien memperbaiki fungsi tulang rusuk dan juga beberapa jaringan lunak yang terpengaruh. Bisa dibilang, komponen pernafasan ini menjadi komponen paling penting.

3. Kesadaran Postur

Selanjutnya ada komponen kesadaran terhadap postur tubuh. Komponen ini juga tak kalah penting dari komponen lainnya. Pasalnya komponen kesadaran postur ini dilakukan dengan alat bantu cermin.

Tujuan utama komponen ini adalah untuk mengetahui kondisi ketidak stabilan tulang. Saat dilakukan secara rutin, maka pasien dan dokter yang menangani pun jadi lebih tahu mana bagian yang masih harus diperbaiki. Dengan begitu proses pemulihan jadi lebih mudah.

Ketiga komponen di atas akan melengkapi proses metode Scroth pada pasien skoliosis. Meskipun pada dasarnya metode ini mengandalkan kekuatan pasien itu sendiri, namun pihak medis akan tetap mendampingi demi kelancaran proses pemulihan.

Kecantikan Lifestyle